Setahun Kerja, Jaksa Agung Lebih Hebat dari Jenderal Firli, Kejagung Tangkap 120 Buronan, Selamatkan Uang Negara 19 T

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, (Pelita Sumatera) – Setahun kepemimpinan Jaksa Agung ST Burhanuddin menorehkan kerja apik dengan menangkap 120 buronan. Rinciannya, 19 buronan pada Oktober-Desember 2019 dan 101 buronan pada Januari-Oktober 2020.

 

Read More

banner 300250

“Penangkapan tidak hanya dilakukan di dalam negeri, namun juga yang berada di luar negeri untuk dipulangkan ke Indonesia,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono dalam konferensi pers, Senin, 26 Oktober 2020.

 

Hari mengatakan, total kerugian negara yang ditimbulkan oleh para buronan yang ditangkap Kejaksaan sebesar Rp 882,5 miliar. Kejaksaan, kata Hari, tidak hanya fokus pada penangkapan tetapi juga berupaya menyumbangkan pendapatan melalui penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

 

Menurut Hari, penangkapan buronan secara konsisten menunjukkan bahwa Kejaksaan Agung selama ini bersikap akuntabel, imparsial, profesional dan tuntas dalam melakukan penegakan hukum. “Tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kriminal,” katanya.

 

Penangkapan buronan merupakan pelaksanaan Program Tangkap Buronan (Tabur) yang digulirkan oleh Bidang Intelijen Kejaksaan RI untuk memburu buronan pelaku kejahatan, baik yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan maupun instansi penegak hukum lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia.

 

Selain itu, Kejaksaan Bidang Pidana Khusus dalam setahun periode kepemimpinan Jaksa Agung ST Burhanuddin telah menyelamatkan keuangan negara dengan total Rp 19,62 triliun dan 1.412 ringgit Malaysia.

 

“Kejaksaan telah melakukan penyelamatan keuangan negara dengan total Rp 19.629.250.912.165 dan 1.412 ringgit Malaysia,” kata Hari.

 

Hari merinci, bidang pidana khusus Kejagung melakukan penyelamatan keuangan negara sebesar Rp 18,72 triliun. Sedangkan bidang pidana khusus Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri di seluruh Indonesia menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp 905,2 miliar dan 1.412 ringgit Malaysia.

 

“Dan yang lainnya berupa aset seperti benda bergerak dan tidak bergerak,” katanya.

 

Dalam periode 1 tahun ini, Bidang Pidsus telah melakukan penyelidikan sebanyak 1.477 perkara, penyidikan 986 perkara, penuntutan 1.687 perkara, eksekusi 1.523 perkara, dan upaya hukum sebanyak 723 perkara.

 

Kemudian penyelamatan keuangan negara yang dilakukan Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara selama periode Oktober 2019-Oktober 2020 adalah Rp 388,87 triliun dan 11,83 juta dolar AS. Rinciannya, Bidang Datun Kejaksaan Agung melaksanakan penyelamatan keuangan negara sebesar Rp 223 triliun, dan Bidang Datun Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri sebesar Rp 12,58 trilin dan 11,83 juta dolar AS. (FeriProjo)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *